Gempa bumi yang mengguncang Pulau Batang Dua-Ternate pada hari Selasa, 21 Februari 2023, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Menurut Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, gempa tersebut disebabkan oleh deformasi kerak bumi.
“Deformasi kerak bumi adalah proses perubahan bentuk atau struktur kerak bumi yang dapat menyebabkan gempa bumi,” jelas Rahmat Triyono. “Dalam kasus gempa di Pulau Batang Dua-Ternate, deformasi kerak bumi terjadi karena adanya pergerakan lempeng tektonik yang berinteraksi dengan kerak bumi di wilayah tersebut.”
Gempa bumi yang terjadi di Pulau Batang Dua-Ternate memiliki kekuatan 5,5 skala Richter dan berpusat di kedalaman 10 km. Gempa tersebut dirasakan kuat di wilayah sekitar, termasuk di Kota Ternate dan sekitarnya.
Menurut data BMKG, gempa bumi di Pulau Batang Dua-Ternate merupakan salah satu dari serangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, pada hari Senin, 20 Februari 2023, terjadi gempa bumi dengan kekuatan 4,8 skala Richter di wilayah yang sama.
“Gempa bumi di Pulau Batang Dua-Ternate menunjukkan bahwa wilayah tersebut masih memiliki potensi gempa bumi yang cukup tinggi,” kata Rahmat Triyono. “Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan siap menghadapi gempa bumi yang mungkin terjadi di masa depan.”
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami beberapa gempa bumi yang cukup besar, termasuk gempa bumi di Lombok pada tahun 2018 dan gempa bumi di Sulawesi pada tahun 2019. Gempa-gempa tersebut telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang cukup parah.
“Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di jalur gempa bumi aktif, sehingga potensi gempa bumi di negara ini cukup tinggi,” kata Rahmat Triyono. “Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan siap menghadapi gempa bumi yang mungkin terjadi di masa depan.”
BMKG telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gempa bumi, termasuk melalui kampanye kesadaran dan pelatihan evakuasi. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi gempa bumi.
“Gempa bumi dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga masyarakat harus selalu siap dan waspada,” kata Rahmat Triyono. “BMKG akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gempa bumi dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi gempa bumi.”